7 Cara Memperbanyak Asi Secara Alami Agar Menyusui Lancar

Written by Riko on December 31, 2020 in Tips agar ASI melimpah with no comments.

Daripada pumping selama satu jam secara terus-menerus, lebih disarankan untuk memperpendek sesinya. Lakukan lebih sering dan enggak perlu menunggu three jam untuk pumping lagi. Saat pumping, usahakan tidak sambil melakukan pekerjaan lain, misalnya main HP atau nonton TV. Tanganmu yang bebas bisa sambil melakukan pijatan ringan di payudara yang sedang dipompa. Lakukan memijat dari arah luar payudara ke dalam space aerola. Kamu bisa bangun lebih pagi atau pumping sebentar sesaat setelah bayi tidur di malam hari.

Hal berikutnya yang jadi prinsip ASI lancar adalah istirahat. Tak hanya asupan yang harus dijaga, Moms juga harus beristiahat dengan cukup. Moms perlu mengingat untuk memiliki waktu istirahat meskipun rutin melakukan pompa. Jangan lupa Moms tetap harus memperhatikan kesehatan dan jangan sampai kelelahan. Metode ini sendiri sebenarnya bukan sebagai pengganti jadwal pompa yang biasanya Moms lakukan. Justru metode yang satu ini digunakan sebagai strategi untuk meningkatkan produksi ASI.

Hindari menekan terlalu keras, karena bisa merusak jaringan kelenjar. Jika payudara mulai terasa hangat, itu merupakan respon baik untuk lanjut ke tahap pemijatan berikutnya. Memompa ASI juga dapat membantu mengosongkan payudara dari sisa ASI yang tidak dihabiskan si kecil, sehingga payudara dapat memproduksi ASI kembali. Biji-bijian yang berkhasiat untuk memperbanyak ASI antara lain wijen, biji chia, dan biji rami atau flaxseed. Biji-bijian ini mengandung senyawa fitoestrogen yang baik untuk meningkatkan produksi ASI. Menurut penelitian tersebut, bawang putih, bawang merah, maupun bawang bombay dapat membuat rasa ASI lebih enak, sehingga bayi akan menyusu lebih banyak.

Tips agar ASI melimpah

Siapkan minyak pijat yang aman dan tidak mengandung terlalu banyak bahan kimia berbahaya. Dengan ujung ibu jari dan telunjuk, puntir pelan-pelan puting susu pada masing-masing payudara. Teknik pijat sebagai cara untuk memperbanyak atau memperlancar produksi ASI bisa dilakukan mulai dari sisi luar payudara ke arah bagian dalam. Biji wijen, karena banyak mengandung mineral kalsium sehingga baik untuk memperbanyak produksi ASI serta menunjang pertumbuhan tulang dan gigi bayi. Makan bawang putih, karena memiliki kandungan senyawa galactagogue yang bisa memperbanyak ASI. Tak mau ketinggalan, zat gizi yang Anda dapatkan dari sumber makanan harian juga harus tercukupi dengan baik.

Selain itu, asupan beta karoten, vitamin A dan zat antioksidan lainnya akan sangat bermanfaat untuk kesehatan. Menjalani ibadah puasa sambil menjalankan kewajiban menyusui si buah hati yang masih begitu kecil memang menjadi tantangan tersendiri untuk sebagian orang. Namun demikian, sebenarnya pengasupan nutrisi kedalam tubuh akan tetap dapat berjalan dengan baik tatkala ibu menyusui mampu memanage asupan gizi kedalam tubuhnya dengan baik. Pada umumnya selama proses menyusui seorang wanita membutuhkan asupan nutrisi dan gizi yang banyak dan berlimpah dari aneka jenis makanan yang sehat.

Setelah itu, jangan membersihkan putih dengan sabun, hanya gunakan air dan keringkan dengan handuk bersih. Sebelum menyusui bayi, pijat puting dengan menarik dan memutar lembut puting dengan jari. Ibu menyusui juga perlu lebih rajin minum air putih karena ia lebih rentan mengalami dehidrasi daripada orang biasa. Bila ibu menyusui mengalami dehidrasi karena kurang minum air putih, produksi ASI pun menjadi sedikit.

Selain itu, konsumsi juga buah-buahan dan sayuran yang mengandung kadar air tinggi. Buah-buahan yang baik untuk ASI dan tinggi air, seperti semangka hingga melon yang bisa menjaga ibu menyusui tetap terhidrasi. Maka untuk memperbanyak ASI, pastikan kamu cukup beristirahat. Perlekatan placing bayi pada puting ternyata tidak dilakukan dengan sembarangan.

Oksitosin kemudian menyebabkan otot di sekitar kelenjar susu berkontraksi. Saat kelenjar berkontraksi, ASI terperas ke dalam saluran susu dan keluarlah dari payudara. Ketika menggunakan bantalan payudara, sebaiknya Bunda selalu menggantinya jika mulai terasa basah atau berbau. Hal ini untuk menghindari terjadinya infeksi atau ruam di sekitar puting payudara Bunda. Pastikan juga ada ruang yang cukup nyaman di dalam bra untuk menyelipkan bantalan. Hindari menekan payudara terlalu keras saat mengenakan bantalan ini ya, Bun.

Comments are closed.