Cara Aman Untuk Tetap Menyusui Saat Hamil

Written by Riko on December 24, 2020 in Tips agar ASI melimpah with no comments.

Penambahan susu formula maupun MPASI dapat mengurangi frekuensi bayi untuk menyusu secara langsung sehingga produksi hormon yang mengatur ovulasi tidak akan berkurang signifikan. Ketika si kecil menempel di payudara Bunda dan memasukkan areola ke mulutnya, sel saraf di payudara akan mengirimkan sinyal ke otak untuk melepaskan oksitosin. Oksitosin kemudian menyebabkan otot di sekitar kelenjar susu berkontraksi. Saat kelenjar berkontraksi, ASI terperas ke dalam saluran susu dan keluarlah dari payudara. Bila hormon prolaktin bertugas memproduksi ASI, hormon oksitosinlah yang berperan untuk mengeluarkannya. Jadi, bisa saja produksi ASI Bunda sudah banyak, tapi tidak keluar dengan optimum karena kadar hormon oksitosin yang rendah.

Cara untuk ibu hamil banyak asi

Pada akhir kehamilan, lobus susu di dalam payudara mampu memproduksi susu setiap hari setelah kolostrum benar-benar terkuras. Pijat punggung juga ternyata dapat meningkatkan let-down reflex. Di periode kehamilan trimester ketiga, puting cenderung ‘bocor’ alias mulai mengeluarkan ASI sedikit demi sedikit, termasuk juga kolostrum. Memilih ukuran bra yang tepat selama hamil dapat menjadi salah satu faktor kunci untuk menjaga kesehatan dan kenyaman payudara.

Berbagai macam cara saya lakukan dari mulai pijat payudara, minum jamu sampai vitamin pun saya konsumsi. Sayuran asparagus memang sangat disarankan untuk semua ibu menyusui. Tapi ternyata sayuran ini bisa dikonsumsi sejak ibu belum melahirkan. Asparagus mengandung serat tinggi yang bisa mengatasi gangguan pencernaan selama hamil. Kemudian kandungan vitamin K bisa membuat sistem darah dalam tubuh ibu menjadi lancar. Bagian yang paling penting adalah bahwa asparagus bisa menjaga sistem hormon seimbang sehingga ASI juga akan lancar.

Namun semua itu bergantung pada kondisi psikis dan asupan makanan serta minuman yang dikonsumsi ibu. Ada kemungkinan kadar gizi dan nutrisi dalam ASI turun saat ibu menyusui puasa. Dua kebutuhan bayi tadi masih disempurnakan dengan fungsi lain yang tidak kalah pentingnya yaitu proses stimulasi yang terjadi selama proses menyusui. Proses menyusui yang melibatkan 5 indera bayi yang terdiri dari indera penciuman, pendengaran, kulit, pengecapan dan bahkan indera penglihatan.

Selama berabad-abad, banyak ibu hamil dan menyusui punya anak yang bisa tumbuh sehat meski berpuasa. Namun ada pula penelitian yang menemukan risiko puasa pada ibu hamil dan menyusui. Banyak penelitian menemukan bahwa seorang ibu menyusui yang tenang akan membantu menstimulasi otak untuk mengeluarkan hormon oksitosin yang akan merangsang keluarnya ASI Anda.

Agar asupan gizi bayi terpenuhi, diperlukan ASI yang cukup untuk meningkatkan metabolisme tubuhnya. Sebaiknaya ibu mengonsumsi makanan bergizi dan merawat payudara sedini mungkin agar produksi ASI menjadi lancar. Ini penting untuk mengoptimalkan perkembangan otak anak agar ia cerdas. Nah, Moms bisa membantu memenuhi kebutuhan ini dengan mengonsumsi susu ibu menyusui yang mengandung AA/DHA.

Ya, salah satu cara untuk memperbanyak dan memperlancar produksi ASI yakni dengan meningkatkan frekuensi menyusui. Pastikan bahwa Anda menyusui bayi Anda sesegera mungkin setelah kelahiran. American Academy of Pediatrics merekomendasikan Anda untuk menyusui selambat lambatnya 1 jam setelah kelahiran untuk memastikan persediaan ASI Anda stabil. Ini mungkin hal paling sederhana, namun paling efektif yang dapat Anda lakukan selama kehamilan. Namun, Anda juga tidak perlu berlebihan dalam mengonsumsi air, tetapi cukup minum minimal 5 gelas per hari. Situs internet Dr. Jay Gordon mencantumkan beberapa makanan yang bisa membantu untuk meningkatkan pasokan ASI saat hamil, salah satunya yaitu marshmallow dan dill .

Comments are closed.