7 Asupan Makanan Sehat Untuk Ibu Hamil

Written by Riko on December 29, 2020 in Tips agar ASI melimpah with no comments.

TEMPO.CO, Jakarta – Masa kehamilan adalah masa penting untuk pertumbuhan optimal janin di dalam kandungan. Kandungan nutrisi dalam makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil di fase trimester pertama harus lengkap, beraneka ragam, dan seimbang. Menurut dokter Kanadi, hindari berlebihan mengonsumsi suatu makanan karena yang berlebihan tak baik untuk tubuh. Sebaiknya makanan yang dikonsumsi ibu hamil pun disesuaikan dengan kondisi kesehatan tubuh masing-masing. Dalam jumlah atau takaran yang tepat, vitamin A sangat baik untuk perkembangan janin. Salah satu makanan yang merupakan sumber vitamin A dan mudah untuk diperoleh adalah ubi jalar.

Namun, pastikan Anda mengonsumsi sayur dan buah organik yang memiliki risiko lebih kecil terkontaminasi pestisida. Mengonsumi makanan sehat untuk ibu hamil bukan hanya bermanfaat untuk menyehatkan ibu dan janin selama masa kehamilan, namun juga berguna bagi kesehatan ibu dalam jangka panjang. Nah, kali ini theAsianparent berbagi 10 jenis makanan sehat untuk ibu hamil yang harus Anda ketahui. Nutrisi wajib terakhir yang dibutuhkan dalam makanan yang baik untuk ibu hamil adalah antioksidan.

Makanan sehat bagi ibu hamil

Kandungan ini berperan penting mempertahankan membran sel dan meningkatkan memori dan meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Ubi jalar bukan hanya mengenyangkan, tetapi termasuk makanan sehat untuk ibu hamil. Ubi jalar dapat berpotensi untuk menjaga kinerja otak, hal ini karena kandungan zat kolin yang terdapat pada ubi jalar berfungsi efektif membantu proses kimiawi dalam sel saraf. Sayuran hijau berdaun seperti bayam dan kale rendah kalori, tetapi banyak mengandung vitamin dan mineral, termasuk folat. Sayuran hijau ini tinggi serat, vitamin K dan A, membuatnya cocok dijadikan makanan yang baik untuk janin. Susu dan produk olahannya merupakan salah satu makanan sehat untuk ibu hamil.

Hindari camilan yang mengandung karbohidrat sederhana dan terolah seperti makanan berasal dari tepung-tepungan dan gula. Keju yang tidak mengalami proses pasteurisasi cenderung lebih lembab dan berbahaya untuk dikonsumsi ibu hamil. Kondisi lembab itulah yang memicu bakteri Listeria dapat tumbuh bahkan berkembang di dalam keju. Sebaiknya untuk ibu hamil, pilihlah jenis ikan dengan merkuri rendah, seperti udang, nila laut, salmon, atau sarden. Tapai tidak boleh berlebihan juga, batasi hanya 340 gram tiap minggunya.

Hal ini dikarenakan alpukat dapat mengoptimalkan pertumbuhan tulang janin selama masa kehamilan. Selain itu, edamame juga rendah kalori, tidak mengandung kolesterol dan bebas gula. Inilah yang membuat edamame bisa dikonsumsi untuk memberikan manfaat bagi diri sendiri dan janin di dalam kandungan.

Comments are closed.